Home Millenial 4 Hal Ini Akan Kamu Rasakan Setelah Lulus Kuliah, Apa Yang Harus...

4 Hal Ini Akan Kamu Rasakan Setelah Lulus Kuliah, Apa Yang Harus Kamu Lakukan?

27
0
setelah lulus kuliah

Lulus kuliah merupakan salah satu tahap yang cukup penting dalam hidup. Disini, kita akan sadar bahwa tidak ada orang yang bisa menolong diri kita sendiri selain kita. Mungkin ada beberapa teman yang menawarkan lowongan kerja di perusahaan yang sama, tapi dalam prosesnya, mereka akan menjadi saingan kita. Di tahap ini, banyak perasaan galau yang berdatangan menghantui pikiran.

Pertanyaan yang sering terucap, “mau jadi apa kita nanti?” ada sebagian teman memiliki tujuan yang jelas dan ada juga sebagian di antaranya yang merasa gak yakin dengan masa depannya. Hal Ini merupakan perasaan yang wajar karena setiap orang akan mengalaminya. Namun, cara orang mengatasi perasaan-perasaan itulah yang akan menentukan kesuksesan atau kegagalan dalam hidupnya kelak. Yuk, kenali perasaan galau yang biasa kita rasakan setelah lulus kuliah dan cara mengatasinya.

Salah Satu Sahabat Kita Akan Sukses Secara Instan

Ya, percaya apa enggak, ada saja salah satu teman kita yang mendapatkan keberuntungan yang lebih besar. Pasti ada salah satu sahabat yang bisa dapat pekerjaan dengan gampangnya, bahkan mereka bisa jadi PNS di sebuah kementrian tanpa perlu susah payah. Akan timbul sedikit perasaan kesal, iri, dan senang pada sahabat kita sendiri karena kesuksesan yang  diperolehnya.

Pada saat yang bersamaan, kita perlu sadar bahwa setiap orang punya jalan hidup yang berbeda. Mungkin kamu adalah golongan late boomer, seseorang yang mendapatkan kesuksesan bukan setelah lulus kuliah, tetapi harus mengalami proses yang panjang sebelum akhirnya mencapai kesuksesan hakiki. Tidak ada cara lain untuk mencapai kesuksesan selain tetap berusaha, berdoa dan melakukan aksi nyata. Kita harus sadar bahwa Tuhan memberikan hak istimewa pada beberapa teman kita secara instan, dan lainnya harus menunggu hingga saat itu datang.

Gaji yang Tidak Sebanding

Kalau udah urusan yang satu ini, beberapa orang memilih jadi pengangguran daripada harus kerja dengan gaji pas-pasan. Banyak lulusan dari kampu-kampus besar yang mendambakan gaji besar di pekerjaan pertama mereka. Sekarang, jika dunia ini diputar, kamu adalah seorang pemilik perusahaan. Apa iya, kamu mau ngasih gaji yang besar ke fresh graduate yang minim pengalaman kerja? A big no, right?!

Kita harus sadar, ini hanyalah awal dari dunia pekerjaan , bukan pekerjaan terakhir kita. Setiap orang pasti punya garis start-nya masing-masing sebelum akhirnya finish di tempat yang ditujunya. Masih ada jalan panjang untuk mencapai kehidupan yang kita ingin, dan ini hanya sebagian kecil dari langkah untuk masa depan.

Sebaiknya, kita harus memiliki rencana matang dalam merintis karir. It’s okay kalau satu tahun pertama dihabiskan untuk pekerjaan dengan gaji yang tak seberapa. Asalkan, ada rencana matang tentang apa yang harus kamu lakukan untuk mencapai karir yang tepat. Pengambilan keputusan dan keberanian dalam menanggung resiko akan menjadi salah satu kunci kesuksesanmu di masa depan.

Satu Per Satu Sahabat Menghilang Saat Kita Menemukan Dunia Baru

Persahabatan merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan sosial. Persahabatan yang terjalin di usia remaja cenderung akan berlangsung lama karena ada kenangan dari hal-hal bodoh yang dilakukan bersama sahabat yang akan menjadi cerita tak terlupakan.  Namun sayangnya, satu persatu sahabat kita akan pergi. Entah kita yang sibuk dengan dunia baru atau mereka yang telah menemukan jalan mereka sendiri.

Di masa ini, kamu akan merasakan kesepian dan getirnya berjuang sendirian. Teman kantor gak cukup nyambung buat diajak cerita tentang pait-manisnya hidup. Ada garis batas berupa formalitas yang membuatmu gak mungkin menceritakan hal-hal tertentu pada teman kantor. Gak peduli seberapa sibuk hari-harimu, kalau ada kesempatan untuk ketemu sahabat lama, jangan pernah melewatkan kesempatan ini karena ada kemungkinan kamu gak akan bisa ketemu lagi dalam 5 sampai 10 tahun kedepan. *That’s true, my parents told me that.*

Gengsi yang Semakin Tinggi

Gengsi hadir gak cuma pas lagi cari-cari pekerjaan, tapi ia juga datang setelah kita punya pendapatan. Hidup di kota yang lebih besar, gaya hidup yang berbeda, teman baru dengan berbagai latar belakang akan mempengaruhi pola pikir kita. Ditambah, dengan memiliki pendapatan sendiri maka kita bisa membeli apa yang kita ingin. Awal umur 20 tahunan merupakan saat dimana gengsi dan ego berkuasa. Dengan lingkungan baru, ada dua pilihan yang dihadapi; menuruti gaya hidup atau meningkatkan kualitas hidup.

Bisa mencari uang sendiri bukan berarti kita bebas menghabiskannya. Tidak ada titik klimaks untuk gaya hidup karena jaman akan selalu berubah dan gaya hidup akan selalu bertambah. Tapi, meningkatkan kualitas hidup akan membuat kita lebih bijak dan mengerti arti kehidupan. Bahwa kita bertanggungjawab dengan uang yang kita miliki. Bahwa ada konsekuensi disetiap transaksi yang kita lakukan. Dan semua itu akan berpengaruh pada masa depan. Don’t spend, invest!

Beberapa masalah diatas akan kamu temukan setelah kamu lulus dan memulai hidup baru. Awal umur 20-an merupakan titik krusial yang akan menentukan masa depanmu kelak. Dan sebelum hari tua itu datang disertai dengan berbagai penyesalan, ambil setiap kesempatan dan manfaatkan setiap peluang sebaik mungkin.

Take a chance, but don’t forget about the exit strategy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here