Home Parenting 5 Cara Membesarkan Anak Agar Memiliki Sifat Baik Hati dan Rasa Empati...

5 Cara Membesarkan Anak Agar Memiliki Sifat Baik Hati dan Rasa Empati yang Tinggi

39
0
Cara Membesarkan Anak Agar Memiliki Sifat Baik Hati dan Rasa Empati yang Tinggi

Ketika usia anak semakin bertambah, anak mulai merasakan emosi yang semakin beragam. Di masa ini anak belum memiliki kecenderungan apakah ia akan memilih untuk bersikap jahat atau baik. Mereka bisa menjadi keduanya karena pada usia tersebut anak belum memiliki kemampuan mengatur emosi seperti halnya pada orang dewasa.

Sebagai seorang orang tua + pengasuh anak, pastinya Ayah Bunda menginginkan sang anak agar memiliki kecenderungan untuk menjadi anak yang penuh kasih dan mampu berempati. Namun tentu saja semua ini tidak bisa terjadi hanya dengan menyuruh anak untuk berbaik hati dan bersimpati kepada orang lain. Ada berbagai cara yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk membentuk kepribadian anak yang baik hati dan berempati.

Contohkan dengan Perbuatan

Anak merupakan peniru terbaik, terutama jika berhubungan dengan orang-orang terdekatnya. Sebagai salah satu orang yang paling dekat dan paling dikasihi sang anak, Ayah Bunda maupun keluarga di rumah sebaiknya memberikan contoh dengan mempraktikkan kebaikan hati dan empati, dan itu  merupakan cara terbaik mengajarkan anak untuk memiliki tendensi yang sama.

Percuma saja jika Ayah Bunda hanya menceramahi sang buah hati agar memiliki pribadi yang baik hati dan mampu berempati jika Ayah Bunda sendiri tidak memberi contoh dan mempraktikannya.

contohkan dengan perbuatan

Berikan Kesempatan Untuk Mempraktikkan

Sifat baik hati dan kemampuan berempati dengan perasaan orang lain akan semakin ter internalisasi ke dalam pola pikir sang anak jika sang anak langsung mempraktikannya. Ajak anak ke panti asuhan atau tempat yang serupa, ajak mereka ke kegiatan pengabdian masyarakat, atau ajarkan mereka untuk berterima kasih jika mendapatkan kebaikan atau pemberian dari orang lain.

Namun satu hal yang harus diingat, jangan iming-imingi anak dengan perhargaan agar anak mau melakukannya. Hal ini akan menghambat proses internalisasi. Anak justru akan melihat tindakan berbaik hati hanya untuk gratifikasi atau mengharap imbalan balik.

Jadilah Pelabuhan Paling Aman untuk Sang Anak

Jadilah Pelabuhan Paling Aman untuk Sang Anak

Memiliki hubungan yang baik dan penuh kepercayaan antara orang tua dan sang anak akan semakin mempererat hubungan orang tua-anak. Jika hubungan sudah lebih dekat dan intens, maka anak akan lebih mudah melihat kebaikan hati sebagaimana ia melihat sosok Bunda di matanya. Jadilah tempat curhat agar anak mampu bersikap jujur. Jika anak sudah terbiasa terbuka dan jujur, maka akan lebih mudah bagi anak untuk memiliki tendensi sifat baik lainnya.

Kekerasan dan peraturan yang berlebihan akan merenggangkan tali kekeluargaan antara orang tua dan anak. Akibatnya, anak akan memilih emosi buruk yang pertama kali muncul ketika dihadapkan dengan sifat orang tua yang berlebihan, kaku dan merasa tidak aman.

Ajarkan Kepekaan dan Introspeksi Diri

Jika sang anak merasa marah, tanyakanlah penyebab kemarahannya, dan bagaimana rasa dari emosi marah. Apakah menyenangkan atau justru membuat tidak nyaman? Jika sang anak mengeluarkan sifat nakal mereka seperti memukul teman mereka, tanyakan bagaimana rasanya jika dirinyalah yang dipukul, enak apa tidak.

Dengan ini, anak akan terlatih untuk peka dengan perasaannya dan perasaan orang lain. Jika Bunda menerapkan ini, maka akan semakin mudah bagi anak untuk mengembangkan kecerdasan emosi mereka.

Ajarkan Empati Lewat Membaca Bacaan Fiksi

Riset membuktikan bahwa kebiasaan membaca dan mendiskusikan suatu carita mampu meningkatkan kemampuan berempati seorang anak. Menonton acara tv bahkan belum mampu menandingi manfaat membaca buku. Selesai membaca atau ditengah-tengah momen krusial, tanyakan bagaimana pendapatnya tentang karakter baik dan kurang baik yang ada dicerita, apa yang akan dilakukannya jika ialah yang menjadi karakter, serta pendapatnya mengapa seseorang dalam cerita dapat berbuat baik. Semakin anak familiar dengan emosi, semakin mudah menumbuhkan kebaikan hati dan rasa empati.

Ada banyak cara yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk membentuk sifat baik dan rasa empati yang tinggi untuk si buah hati. Tentunya, semua itu membutuhkan proses yang tidak sebentar dan kesabaran kedua orang tua. Jangan lupa untuk selalu memberikan ungkapan rasa sayang agar anak terbiasa dengan kondisi keluarga yang saling menyayangi.

Mari berbagi untuk saling menginspirasi…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here