Home Parenting 7 Cara Mendekati dan Menenangkan Balita yang Sedang Marah

7 Cara Mendekati dan Menenangkan Balita yang Sedang Marah

30
0
Cara Mendekati dan Menenangkan Balita yang Sedang Marah

Memiliki anak yang sedang menginjak usia balita adalah tantangan tersendiri. Disini anak mulai menunjukkan emosi dan kreatifitas yang lebih kaya dan tentu saja kemampuan bicara yang meningkat. Ada kalanya si kecil ngambek atau jengkel karena suatu hal. Jengkelnya si anak bisa disertai dengan ‘tantrum’ atau bahkan reaksi heboh seperti berteriak atau melempar sesuatu. Bagi para Bunda, jangan hilang kesabaran dulu ya. Ada beberapa tips dan trik untuk mendekati dan menenangkan sang buah hati.

Biarkan Sang Anak Melepaskan Amarahnya

Si Kecil menangis dan marah karena tidak dituruti keinginannya? Atau hal-hal sepele yang tidak masuk akal? Sebaiknya biarkan si kecil meluapkan emosinya. Memarahi atau menegur justru akan membuat sang anak tidak bebas mengekspresikan dirinya. Beri mereka waktu untuk melampiaskan emosinya entah itu dengan berteriak atau melempar sesuatu.

Bersabar dan Lakukan Tindakan Rasional

Apabila tangisan atau emosi sang anak sampai terdengar oleh tetangga, jangan suruh anak untuk diam. Ada cara yang lebih bijak apabila tangisan dan teriakan sang anak mungkin akan mengganggu para tetangga, yaitu menjelaskan situasi yang sebenarnya pada si tetangga. Siapa tahu si tetangga justru akan bersimpati dan memberikan beberapa saran untuk menenangkan si kecil.

Dekati dengan Berbicara Pelan atau Cukup dengan Gestur Penuh Sayang

Memarahi atau menegur anak saat marah sebenarnya tidak disarankan, karena akan berpengaruh pada mental si kecil. Dekati pelan-pelan dan bisikkan kata-kata penenang atau cukup dengan memeluk dan mengusap lembut kepala sang anak. Jika sang anak masih saja ngambek, menangkan hatinya dengan berkata bahwa kemarahannya membuat Bunda sedih. Maka sang anak mungkin saja akan melembut. Namun, jangan sampai membuat anak merasa bersalah dan merasa sedih.

Tawarkan Sesuatu yang Akan Mengalihkan Perhatiannya

Bunda bisa menyodorkan mainan favorit atau menyalakan acara televisi favoritnya. Undang si kecil untuk bermain atau menonton bersama dengan Bunda. Jika si kecil masih saja keras kepala dan ngambek, jangan paksakan untuk mereka. Namun, Bunda bisa tetap menunjukkan antusiasme Bunda tanpa memaksa si kecil. Si kecil mungkin saja lama-lama akan tertarik dan mendekati Bunda.

Mainkan Musik yang Menenangkan

Mainkan musik yang menenangkan dan lembut. Musik mampu menarik perhatian anak sejenak dan tenggelam dalam nada-nada yang menenangkan. Teriakan atau tangisan sang anak bisa saja berhenti saat musik lembut dimainkan. Selain musik lembut, lagu favoritnya juga bisa di putarkan.

Tawarkan Makanan Kecil

Meskipun menyogok anak dengan makanan agar si kecil diam kurang bisa dibenarkan. Ada kalanya bahwa makanan bisa menyelesaikan segalanya jika berhubungan dengan masalah yang ditimbulkan sang anak. Namun, jangan sampai memberi porsi yang berlebihan atau terlalu memanjakannya ya Bunda, karena kebiasaan makan yang berlebihan bisa berdampak pada pola makan yang kurang sehat di masa mendatang.

Tanyakan Dengan Lembut Alasan Si Kecil Marah

Jika si kecil marah tanpa alasan yang jelas dan mulai bersikap acuh tak acuh terhadap Bunda tanpa menjelaskan sebab musabab nya, ada baiknya Bunda berinisiatif untuk langusung menanyakan perihal yang membuat si kecil marah. Mengajarkan anak agar lebih terbuka dan tidak bertindak pasif agresif merupakan sebuah tindakan yang nantinya akan berpengaruh positif pada perkembangan emosi si kecil. Namun, Bunda harus bersiap untuk mendengar jawaban yang mungkin saja kurang mengenakkan hati, karena anak berusia sekitar 4 tahun sudah mampu mengucapkan kalimat lengkap dan mereka biasanya berkata sangat jujur apa adanya tanpa filter.

Dengan beberapa tips dan trik diatas, Bunda tahu apa yang harus dilakukan jika anak sedang marah. Anak bisa diibaratkan dengan lahan subur yang kosong, apa yang kita tanamkan maka itulah yang akan anak beri pada lingkungannya saat dia besar nanti. Jika kita menanamkan sifat kejam pada anak yang pemarah, maka si buah hati justru akan memiliki tempramen yang tinggi ketika ia tumbuh.

Yuk, berbagi dengan Bunda lain, jangan lupa share dan like fans page kamu, ya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here