Home Lifestyle Health Alpukat baik untuk penderita HIV/AIDS

Alpukat baik untuk penderita HIV/AIDS

6
0
Alpukat sehat untuk penderita HIV

ketika seseorang dinyatakan positif HIV hingga ke tahap AIDS, sangat dipengaruhi oleh perawatan medis dan penanganan gizi. Mereka yang mendapat perawatan medis dan penanganan gizi secara baik akan berusia lebih panjang.

Salah satu makanan yang baik untuk mereka adalah buah alpukat (persea americana). Terdapat beberapa faktor yang membuat buah alpukat baik untuk penderita HIV/AIDS.

Pertama, memiliki sumber energi, terutama lemak yang aman. Dilaporkan bahwa penderita HIV/AIDS membutuhkan energi/kalori yang lebih banyak dibandingkan orang sehat. Salah satu sumber utama energi atau kalori tersebut berasal dari lemak. Alpukat merupakan salah satu buah yang kadar lemaknya tinggi, sekitar 16 persen.

Dari hasil penelitian, diketahui bahwa lemak yang terkandung dalam buah alpukat itu aman dan bahkan menyehatkan. Hal itu karena sekitar 63 persen unsur penyusunnya adalah asam lemak tidak jenuh, terutama asam lemak tidak jenuh tunggal (MUFA, monoun-saturated fatty acids).

Diet rendah lemak dapat menurunkan kolestrol HDL (high density lipoprotein) yang menyehatkan. Diet alpukat yang kaya MUFA dapat menurunkan kadar kolestrol LDL (low density lipoprotein) yang merugikan kesehatan darah, tanpa menurunkan kadar HDL.

Lemak MUFA juga mempunyai aktivitas antioksidan yang menjaga tubuh dari kerusakan arteri akibat ganasnya kolesterol LDL. Alpukat dapat memprotek arteri dari kerusakan oksidatif dan mengamankan kolesterol, sehingga tidak menjadi ganas dan berbahaya.

Kedua, penderita HIV/AIDS membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang kuantitas dan kualitasnya baik. Alpukat mengandung vitamin A dan karoten yang baik. sekitar 300-400 IU vitamin A, dan sekitar 165 mikrogram karoten terkandung di Dalam 100 gram buah alpukat. Terkandung pula tiamin, riboflavin, dan niasin, yang tergolong vitamin B-kompleks. Kadar vitamin C alpukat cukup baik, yaitu sekitar 14 mg per 100 gram buah alpukat.

Buah alpukat rendah akan mineral natrium (4 mg/ 100 g) dan kaya akan mineral kalium (604 mg/ 100 g). Dilaporkan bahwa, makanan yang kadar kaliumnya tinggi dan natriumnya rendah dengan rasio K:Na lebih besar dari 5:1 adalah makanan yang sehat dan baik untuk menjaga kesehaan jantung dan pembuluh darah. (msh plagiarisim)

Serat alpukat juga tinggi sekitar 1,6 gram/100 g. Hal ini juga bermanfaat untuk membantu sistem pencernaan dan membuang sisa-sisa zat yang tidak baik dan beracun.

Ketiga, buah alpukat mengandung kadar glutation tertinggi di antara buah-buah yang lain, yaitu 21 mg per 100 gram buah segar. Senyawa glutation tersebut bekerja sebagai unsur pertahanan tubuh dari berbagai macam serbuan dari perusak kesehatan tubuh. Ia berfungsi sebagai antioksidan, dan vitamin C, E, dan karoten, bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh.

Dari hasil penelitian, Glutation berfungsi sebagai sebagai zat antikanker yang dapat menonaktifkan sedikitnya 30 zat penyebab kanker. Glutation pun membantu menghambat kerusakan tubuh akibat senyawa beracun (bahan pencerna lingkungan seperti pestisida, dan logam-logam berat (timah), yaitu dengan cara menawarkan racun tersebut lalu membuangnya lewat sistem sistem pembuangan (urine, fases, atau keringat).

Kaitan glutation dengan AIDS muncul dalam hasil penelitian laboratorium Dr.Alton Meister dari Fakultas Kedokteran Universitas Cornell, Amerika Serikat. Dr. Alton Meister menemukan bahwa glutation mengehentikan penjalaran, penyebaran atau reflikasi virus-virus HIV secara in vitro. Semakin banyak senyawa glutation yang ditambahkan semakin besar efeknya. Kadar glutation pada penderita HIV atau AIDS terus menurun, dan hal ini tentu saja akan mempercepat tingkat keparahan HIV ke tahap AIDS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here