Home Inspirasi Apakah Anda Termasuk The Dreamers, atau The Doers? Telusuri Perbedaannya!

Apakah Anda Termasuk The Dreamers, atau The Doers? Telusuri Perbedaannya!

75
0
doers

Ada banyak jargon yang mendorong seseorang untuk selalu mengejar mimpinya. Namun ironisnya, jargon tersebut hanya berakhir sebagai status motivasi di media sosial. Hanya sedikit orang yang benar-benar mengimplementasikan keinginan untuk mencapai mimpinya. Tidak heran jika semua kata-kata mutiara tersebut hanya menguap menjadi sebuah mimpi yang tak pernah diwujudkan.

Ada beberapa alasan mengapa kita terlalu takut melangkah untuk mengejar mimpi. Salah satu alasan klasik adalah zona nyaman yang mereka miliki ini. Tidak banyak orang yang berani meninggalkan zona nyaman mereka dan mempertaruhkan kemapanan hidup dalam ketidakpastian mengejar mimpi. Namun, bukankah jauh lebih baik untuk menyesal karena ‘gagal’ daripada menyesal karena ‘tidak pernah mencoba?’

Kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menganalisa apakah Anda hanya seorang Dreamers, atau memang benar-benar petarung sejati ‘the Doers’ dalam mengejar mimpi?

Dreamers Talk, Doers Do

Ini adalah perbedaan mendasar dan paling utama. Saat banyak orang hanya berangan-angan tentang mimpi yang tak pernah dikejar, seorang Doers akan diam-diam melakukan hal sekecil apapun yang dapat dilakukan untuk membawa mereka pada impiannya. Mereka tidak hanya berucap mengenai mimpinya, tetapi benar-benar melakukan aksi nyata untuk membuat mimpi tersebut menjadi nyata.

Dreamers Menunda, Doers Memulai

Ya, ini juga merupakan perbedaan besar antara pemimpi dan seseorang yang mewujudkan mimpi. Motivasi dan dorongan yang Anda dapat sekarang akan menguap jika tidak dilaksanakan secepatnya. Semakin dipikirkan, semakin banyak pertimbangan yang akhirnya hanya akan membuat Anda menunda untuk mengejar mimpi dan cita-cita.

Seorang Doers akan segera memulai banyak hal yang bisa dilakukan secepatnya. Memulai adalah pondasi awal dalam menuju impian anda karena tanpa sebuah awal, Anda tak akan pernah tahu seperti apa akhir dari impian Anda.

Dreamers Mencari Alasan, Doers Memiliki Rencana

berencana

Banyak orang yang ingin mewujudkan impian yang tak pernah mereka kejar karena terlalu sibuk memikirkan rencana dan berbagai alasan yang membuat mereka tak pernah memulai. The Dreamers selalu berpikir bahwa apa yang mereka rencanakan akan gagal dan menjadikan kegagalan semu tersebut sebagai alasan untuk berhenti melangkah.

Berbeda dengan seorang Doers, yang memiliki berbagai rencana yang harus segera dilakukan. Kegagalan akan selalu ada dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam sebuah perjuangan hidup. The Doers tahu apa yang harus dilakukan saat berjumpa dengan kegagalan karena mereka telah memiliki rencana jangka panjang.

Dreamers Memiliki Rasa Takut, The Doers Melawan Rasa Takut

Ada banyak pertentangan batin saat kita akan memulai hal baru yang berkaitan dengan masa depan. Rasa takut akan kegagalan, kemiskinan atau bahkan kritikan dari orang lain akan selalu ada dalam benak kita. Ini merupakan hal yang semua orang alami, sehingga Anda tak perlu takut dikritik, gagal, jatuh bangkrut, atau berbagai kemungkinan buruk lain. Bahkan milliarder dunia pun merasakan hal yang sama saat pertama mereka memulai usaha.

Namun bukan rasa takut yang menghentikan mereka, justru rasa penasaran yang tinggi membuat the Doers meraih mimpinya. Sikap penasaran untuk mencicipi kesuksesan jauh lebih besar dibandingkan ketakutan akan berbagai kemungkinan yang belum pasti terjadi.

Dreamers Selalu Membayangkan, The Doers Membangun Sebuah Jalan

Setiap orang pernah membayangkan memiliki rumah mewah, mobil bagus dan banyak uang. Namun the Doers terlalu sibuk untuk membayangkan hal tersebut karena mereka tengah asik mencoba berbagai hal baru yang dapat dikerjakan untuk membangun jalan kesuksesan. Jika Anda terlalu sibuk membayangkan menjadi orang lain, maka Anda tidak akan pernah merasakan nikmatnya menjadi orang tersebut.

Dreamers Berhenti, Doers Tetap Berusaha

berusaha

Saat menemui kegagalan, banyak orang menganggap bahwa itu merupakan sebuah akhir dari perjalanan. Jika demikian, orang tersebut akan berakhir dengan kegagalan. Namun bagi mereka yang ingin mewujudkan mimpi, kegagalan bukan hal akhir karena mereka tak akan pernah berhenti mencoba dan berusaha. Impian dan angan adalah tujuan mereka. Dan mereka akan berhenti saat mereka telah meraih mimpinya.

Itulah perbedaan besar antara the Dreamers dan the Doers. Kini Anda dapat membayangkan lagi kehidupan seperti apa yang Anda inginkan. Dan apakah Anda akan tetap menjadikan kehidupan tersebut sebagai angan-angan, atau mengambil semua resiko dan mulai membangun impian tersebut? 

Your fate is already in your hands!

You’re the Master of Your Fate and the Captain of Your Destiny

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here