Home Parenting Cara Mendidik Anak Menjadi Patuh pada Orang Tua

Cara Mendidik Anak Menjadi Patuh pada Orang Tua

13
0
Cara Membuat Anak Patuh pada Orang Tua

Ada beberapa fase dalam kehidupan manusia. Fase tersebut dimulai dari balita, remaja, dewasa dan tua. Dari semua fase tersebut, masa-masa ketika manusia menjadi dewasa adalah fase yang kritis. Karena di fase ini manusia akan dihadapkan pada berbagai macam tantangan hidup. Sebagai manusia, tentu saja tantangan tersebut tidak dapat dilemparkan kepada orang lain. Tantangan tersebut menjadi tanggung jawab yang harus dipikul, bukan diabaikan.

Selain itu, dalam fase dewasa manusia akan mengalami transformasi identitas. Mereka yang semula lajang akan menikah dan akan mempunyai anak untuk melestarikan keturunan mereka. Identitas mereka akan berubah dari manusia lajang menjadi orang tua. Tanggung jawab mereka juga pastinya bertambah. Mereka tidak hanya bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri tetapi bertanggung jawab atas kehidupan anak-anak dan keluarga mereka.

Dalam hal ini, para orang tua dituntut untuk mendidik anak mereka sebaik mungkin. Mereka berharap agar anak mereka bisa menjadi kebanggaan bagi keluarga dan juga negara.

Terkait dengan kebanggaan, banyak orang tua yang masih memiliki standar bahwa anak yang membanggakan adalah anak yang pintar, selalu mendapat nilai dan peringkat sempurna dan memenangkan berbagai macam kejuaraan. Mereka yang mempunyai anak yang kurang pintar, selalu berada di peringkat paling belakang bahkan sering tertinggal kelas dianggap bukan anak yang membanggakan.

Cara Membuat Anak Patuh pada Orang Tua

Padahal standar anak yang membanggakan tidak melulu berkaitan dengan prestasi di bidang akademik. Anak yang berperilaku baik seperti patuh terhadap kedua orang tua merupakan standar anak membanggakan yang sering kali diabaikan oleh banyak orang tua. Ada berbagai cara membuat anak agar patuh terhadap perintah orang tua yang akan dijelaskan di bawah ini.

Buatlah Peraturan dengan Menggunakan Kalimat Berita

Bahasa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan anak. Apalagi jika bahasa tersebut digunakan untuk memerintahkan anak. Hampir seluruh orang tua memilih menggunakan kalimat perintah untuk memerintahkan anak mereka. Padahal menggunakan kalimat perintah bukanlah cara membuat anak menjadi patuh terhadap perintah. Kalimat perintah akan membuat anak merasa sebagai objek.

Oleh karena itu, rubahlah kebiasaan menggunakan kalimat perintah dengan kalimat berita. Menggunakan kalimat berita merupakan cara membuat anak menjadi patuh secara efektif. Kalimat berita membuat anak merasa menjadi subjek. Anak yang berposisi sebagai subjek menjadi lebih bertanggung jawab terhadap perintah tersebut.

Di bawah ini ada beberapa contoh perubahan kalimat perintah menjadi kalimat berita yang bisa dipraktekkan untuk buah hati.

  • Jangan berteriak : Coba pelankan suaramu
  • Jangan cemberut : Ayo tersenyum
  • Jangan mencorat-coret dinding : Kalau ingin menggambar di kertas saja
  • Jangan bertengkar : Sayangi temanmu
  • Jangan melawan Ayah : Coba dengarkan apa yang Ibu katakan

Riset telah membuktikan bahwa kata “jangan” yang digunakan oleh orang tua akan membuat anak menjadi pribadi yang pesimis dan pemalu. Mereka tidak memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu karena takut dengan larangan yang terbiasa dia dengar.

Hindari Ancaman dan Suap

Banyak orang tua yang berpikir bahwa mengancam anak adalah cara membuat anak menjadi patuh. Padahal cara tersebut tidak akan membuat anak menjadi patuh. Ancaman yang dilakukan secara terus menerus akan membuat anak menjadi takut dan acuh terhadap perintah.

Hal ini juga berlaku pada orang tua yang sering memberikan suap berupa uang atau mainan agar anak mematuhi perintah. Memang menyuap terlihat lebih “halus” dibandingkan mengancam anak. Akan tetapi cara membuat anak patuh dengan memberikan suap tidaklah benar.

Anak akan mematuhi perintah orang tua bukan karena mereka sadar akan kewajiban berbakti pada kedua orang tua, melainkan karena uang atau mainan yang dijanjikan. Lambat laun anak yang terbiasa disuap akan menjadi anak yang pamrih dan selalu mengharapkan imbalan ketika diperintah.

Apresiasi Anak

Anak yang telah melaksanakan perintah kita layak mendapatkan apresiasi. Apresiasi bisa berupa hal yang sederhana seperti ucapan terima kasih, pujian, atau pelukan penuh sayang. Apresiasi yang diberikan kepada anak adalah cara membuat anak patuh yang efektif karena apresiasi tersebut membuat anak menjadi lebih termotivasi untuk menuruti perintah orang tuanya di lain waktu.

Selain itu, apresiasi tidak hanya diberikan kepada anak yang telah melaksanakan perintah orang tua saja. Sebagai orang tua tetaplah mengapresiasi anak meskipun anak melakukan kesalahan. Contohnya, jika anak mendapat peringkat rendah di sekolah janganlah mengatakan bahwa anak tersebut bodoh. Tetaplah apresiasi anak tersebut dengan mengatakan bahwa dia sudah melakukan yang terbaik. Namun, akan lebih baik lagi jika di waktu mendatang dia berusaha lebih keras lagi.

Dengarkan Anak

Orang tua memang memegang kekuasaan tertinggi di rumah. Apa yang mereka katakan harus didengarkan dan dipatuhi oleh anak. Sayangnya, janganlah kita selalu meminta anak mematuhi apa yang kita inginkan. Ada kalanya anak ingin memberontak atau melawan perintah kita.

Jika hal itu terjadi janganlah langsung menghakimi anak dengan memberinya label anak yang pembangkang. Cobalah untuk mendengarkan alasan di balik pemberontakan dan apa yang dia inginkan tanpa menyela. Memberikan anak kesempatan untuk berbicara membuat anak merasa dihargai dan anak pun lebih menghargai orang tua.

Kabulkan Permintaan Anak

Tidak ada salahnya jika orang tua mengabulkan permintaan anak. Cara tersebut akan membuat anak menjadi lebih bahagia. Mengabulkan permintaan anak juga termasuk cara membuat anak menjadi patuh karena anak sadar bahwa orang tua mereka memahami apa yang mereka inginkan.

Akan tetapi janganlah mengabulkan semua yang anak minta. Hal itu akan membuat anak menjadi serakah dan manja. Kabulkan permintaan anak dengan batasan. Ajarkan anak tentang skala prioritas. Katakan pada mereka bahwa permintaan yang akan dikabulkan adalah permintaan yang benar-benar penting.

Kelima cara membuat anak patuh yang dijelaskan di atas bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara-cara di atas efektif untuk mendidik anak agar menjadi pribadi yang mematuhi perintah dan menghargai orang lain. Selain itu, cara tersebut menjadikan orang tua menjadi sosok yang menghargai anak dan menjadi sosok panutan terbaik bagi anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here