Home Parenting Cara Mengajarkan Anak Untuk Melihat Peluang Dalam Setiap Kesempatan sebagai Bekal Untuk...

Cara Mengajarkan Anak Untuk Melihat Peluang Dalam Setiap Kesempatan sebagai Bekal Untuk Masa Depan

7
0
mengajarkan anak melihat peluang

Setiap orang pasti ingin memastikan anaknya meraih kesuksesan, atau setidaknya memiliki pekerjaan yang orang tua mereka miliki sekarang. Sebagai seorang entrepreneur, Anda mungkin menginginkan salah satu anak akan menjadi penerus Anda di masa depan.

Seperti kita ketahui, menjadi entrepreneur menawarkan kebebasan waktu dan petualangan penuh tantangan beserta segala resikonya. Dan untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, kemampuan dalam melihat peluang merupakan salah satu keahlian yang harus ditanamkan sejak kecil.

Pada hakekatnya, setiap orang melihat peluang yang sama. Hanya saja sebagian mereka melihatya sebagai masalah. Seorang entrepreneur memiliki kemampuan untuk mengkonversi masalah menjadi sebuah peluang bisnis baru dengan menawarkan sebuah solusi.

Oleh karena itu, jika Anda ingin mengajarkan anak tentang bagaimana membiasakan diri untuk melihat sebuah peluang, maka Anda harus melatih insting tersebut sejak dini.

Mulai Dari Lingkungan Keluarga

Menurut Nick Ruiz, seorang entrepreneur yang juga pemilik House Flipper, kemampuan seseorang untuk menemukan peluang tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan latihan untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar sehingga naluri kita akan terbiasa untuk menemukan peluang dari setiap masalah.

Ini juga merupakan nilai penting yang harus Anda tanamkan pada diri anak jika Anda ingin salah satu keturunan Anda menjadi entrepreneur sukses di masa depan.

Cara yang paling mudah adalah dengan membiasakan mereka untuk peka di lingkungan keluarga. Nick tidak pernah menyuruh anaknya untuk melakukan tugas rumah, seperti menyetrika baju atau membersihkan halaman dan memberikan uang sebagai imbalan.

Tugas-tugas rumah tersebut sudah seharusnya dilakukan karena mereka bagian dari keluarga dan setiap anggota keluarga harus saling membantu. Namun, memberikan imbalan agar anak memiliki pendapatan sendiri merupakan cerita yang berbeda.

Gunakan Analogi yang Mudah Dimengerti

Nick mencontohkan, jika salah satu anaknya ingin membeli mainan baru maka ia harus mengumpulkan uang sendiri dan menabung. Nick pun menjelaskan pada anaknya tentang mencari peluang. Dia memberikan analogi, bahwa ia bisa mendapatkan uang karena jeli dalam mencari peluang dari sebuah masalah dan datang dengan memberikan sebuah solusi.

Nick mencontohkan pada anaknya mengenai perusahaan Jasa Laundry yang ada di sekitar rumahnya. Ia menceritakan pada anaknya bahwa perusahaan itu lahir karena ada masalah yang muncul di sekitar komplek rumah.

Para ibu tidak memiliki waktu untuk mencuci baju karena kesibukan pekerjaan, sehingga perusahaan tersebut berdiri untuk memberikan solusi. Dari situlah pemilik perusahaan Jasa Laundry tersebut berhasil membeli mobil baru.

Nick memberikan analogi yang mudah dimengerti, dan jika Anda ingin melakukan hal yang sama, maka gunakanlah analogi yang mudah dimengerti anak. Hasilnya, ketika Nick pulang dengan mobil yang kotor, anak tertuanya datang untuk menawarkan bantuan mencuci mobil asalkan dengan perjanjian Nick akan memberikan $10 pada anaknya. Nick pun menyanggupinya.

Lakukan Dengan Sabar dan Penuh Perhatian

Dari kasus tersebut, perlu ditekankan bahwa ini adalah tentang mencari peluang dari setiap masalah yang ada di sekitar, bukan mempekerjakan anak kandung sebagai karyawan. Peraturan ini pun fleksibel, Anda bisa memodifikasi dan disesuaikan dengan tingkat nalar anak.

Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengembangkan insting anak dalam mencari peluang dari setiap masalah dan menemukan solusi yang tepat. Di sisi lain, hal ini juga akan menghilangkan sifat manja dan peminta karena anak harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Jelaskan pula seperti apa bisnis Anda berjalan dengan analogi yang mudah dimengerti oleh anak.  Lakukan pendekatan secara berkala dan lakukan dengan penuh kesabaran. Sebagian orang tua selalu memberikan apa yang anak minta karena mereka pikir itulah yang terbaik untuk anak. Namun, menanamkan nilai-nilai tertentu melalui metode didik yang tepat yang akan membekali anak dengan kemampuan yang berguna di masa depannya.

Give a man a fish and you feed him for a day; teach a man how to fish and you feed him for a lifetime. Same rule for your kids!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here