Home Kesehatan Manfaat yang terkandung di Dalam Buah Nanas Untuk Kesehatan

Manfaat yang terkandung di Dalam Buah Nanas Untuk Kesehatan

11
0
Manfaat yang terkandung di Dalam Buah Nanas Untuk Kesehatan

Ananas comosus L Merr atau yang biasa kita sebut Nanas, kini kerap dikonsumsi sebagai buah segar yang dapat tumbuh dan berbuah di dataran tinggi, yaitu sekitar 1000 meter diatas permukaan laut. Tanaman buah yang tidak menyukai air yang menggenang ini, kini sudah banyak ditanam luas di berbagai wilayah indonesia, diantaranya itu Sumatra, Riau, dan Jawa.

Di wilayah Jawa Barat, buah tropis ini ada yang berjenis nanas madu, karena memiliki kualitas rasa manis yang sama dengan madu sehingga dapat menggugah selera kita untuk mengonsumsi buah tersebut.

Hingga kini belum banyak orang yang menyadari manfaat kesehatan dari buah nanas yang enak ini. Bahkan, tak jarang buah tropis ini dituduh sebagai penyebab dari keputihan, sehingga tak heran bila banyak perempuan yang ragu untuk mengonsumsi buah yang bersisik satu ini.

Padahal, riset terbaru menunjukkan bahwa buah nanas memiliki kandungan antioksidan yang banyak dan fiktokimia yang berkhasiat mengatasi penuaan dini, wasir, kanker, serangan jantung, penghalau stres, dan yang lainnya.

Sumber Antioksidan

Sebagai salah satu famili bromeliaceae, buah nanas ini mengandung vitamin A dan vitamin C yang cukup banyak. Kedua vitamin ini sudah lama dikenal memiliki khasiat sebagai antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari berbagai macam serangan penyakit, termasuk kanker, jantung koroner, dan penuaan dini.

vitamin A dan C yang berperan sebagai Antioksidan ini dapat menghambat perkembangan oksidasi molekuler target yang bisa menghentikan reaksi berantai pembentukan radikal bebas dalam tubuh yang diyakini sebagai pemicu atau penyebab timbulnya berbagai penyakit.

Setiap hari sel-sel pada tubuh terkena kerusakan oksidatif. DNA yang menjadi pusat informasi genetika bisa menjadi contoh yang setiap harinya mendapatkan tak kurang 10.000 pukulan oksidatif. Belum lagi molekul lain, seperti protein dan lemak yang amat rentan dengan kerusakan oksidatif.

Tubuh manusia ini amat rentan terhadap pengaruh radikal bebas yang bersumber dari asap bermotor, sinar UV, dan bahan pengawet makanan. Radikal bebas suatu molekul atau atom sangat tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron yang tak berpasang-berpasangan, Dan itu berbahaya bagi kesehatan karena amat reaktif mencari pasangan elektronnya.

Jika radikal bebas sudah terbentuk di dalam tubuh maka akan terjadi reaksi yang berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlah mereka terus bertambah. Setelah itu akan menyerang sel-sel tubuh sehingga terjadilah berbagai penyakit.

Dalam keadaan normal, radikal bebas itu dibutuhkan oleh tubuh untuk membunuh kuman, ia akan cepat dibuang. tapi sialnya apabila jumlahnya banyak dan bertemu dengan asam lemak tak jenuh, yang berada di membran sel, akan mengakibatkan kerusakan oksidatif dan terjadilah proses penuaan dini atau berbagai penyakit ikutannya.

Hasil penelitian ilmiah menunjukkan kandungan senyawa fenolik – yang diantaranya myricetin, tyramine, ferulic acid, dan quercitin – buah nanas mampu meminimalisir reaksi berantai radikal bebas di dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat mencegah terjadinya penyakit kanker. Berbagai antikoksidan alami ini diyakini sangat ampuh menghentikan radikal bebas, sehingga mereka tidak dapat berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh yang ada di dalam sel.

Hal yang sama juga dilakukan oleh antioksidan – asam askorbat dan betakarotenoid yang bisa menstabilkan membran sel lensa pada mata dan memperkuat konsentrasi glutation tereduksi. Dengan demikian, buah nanas dapat mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa, sehingga kita dapat terhindar dari penyakit mata seperti katarak.

Bromelin yang secara alami berada di dalam buah nanas diyakini bisa mempercepat penyembuhan luka-luka operasi, pembengkakan dan juga nyeri sendi. Untuk penderita wasir atau ambeien sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah nanas 4 sampai 5 kali setiap hari, karena kandungan bromelin di dalamnya dapat menghentikan pendarahan dan seratnya pun bisa memperlancar buang air besar.

Mencegah Stres

tidak mudah stress

wrolstad dan Wen dari jurusan ilmu dan teknologi pangan, oregon state university (2002) menunjukkan bahwa sari buah nanas mempunyai kandungan serotonin sekitar 1,7 mg – 3,15 mg/100 g. Serotonim ini, selain dapat mencegah kanker, ternyata juga dapat mencegah stres, karena secara filogenetik hal ini merupakan suatu neutrotransmitter primitif yang berperan dalam menghubungkan makanan dan otak.

Makanan atau minuman yang memiliki kadar serotonin yang rendah, jika dikonsumsi dalam waktu lama bisa mempengaruhi kandungan serotonin dalam otak sehingga bisa memicu terjadinya stres. apabila terjadi pada seseorang, hal ini dapat menimbulkan berbagai reaksi kimia, hormonal, dan enzimatik.

Muaranya akan meningkatkan denyut jantung serta irama pernapasan, mengirim lebih banyak darah ke otot rangka dan mengubah gula dan lemak menjadi energi. Jika situasi menekan lebih, tubuh akan kembali normal. Namun, bila stres yang dialami berlangsung lama dan berlebihan dapat membahayakan sistem saraf.

Supaya tubuh dapat menghadapi stres yang kerap mengganggu kehidupan kita, baik urusan keluarga maupun di kantor, maka kita berkewajiban untuk memasok serotonin ke dalam tubuh dengan mengonsumsi buah nanas 200 g setiap hari secara rutin selama beberapa minggu, tubuh pun akan memperoleh manfaat ganda.

Selain kecukupan harian vitamin C sekitar 60 mg yang terpenuhi, tubuh yang mengalami stres berat juga bisa kembali normal dan sekaligus bisa menurunkan kadar kolestrol sebesar 10 persen.

Oleh karena itu, dengan lebih rajin kita mengonsumsi buah nanas, tubuh kita memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari berbagai macam penyakit yang terkait dengan penuaan dini seperti jantung koroner, stres, dan kanker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here