Home Inspirasi Setelah Membaca Ini, Anda Akan Tahu 3 Motivational Quotes Dalam Bisnis dan...

Setelah Membaca Ini, Anda Akan Tahu 3 Motivational Quotes Dalam Bisnis dan Arti Sebenarnya

30
0
Motivational Quotes Dalam Bisnis dan Arti Sebenarnya

Ada banyak ungkapan yang secara tidak kita sadari telah membawa kita pada jalan yang keliru. Sulit menemukan padanan kata yang tepat, tapi ‘keliru’ jauh lebih baik daripada salah. Mungkin Anda juga pernah mendengar ungkapan “Bahagia itu sederhana”, tapi tahukah arti dari slogan tersebut? Setiap orang memiliki cara dan kemampuan intepretasi yang berbeda.

Beberapa orang menganggap ungkapan tersebut sebagai kesederhanaan hidup, ada juga yang menganggap bahwa sekecil apapun hasil yang kita raih harus disyukuri, bahkan ada beberapa orang yang menyerah, buat apa berusaha keras kalau bahagia itu sederhana? Ya, ada banyak intepretasi dari sebuah ungkapan.

Demikian pula dalam usaha kita mencapai kesuksesan. Beberapa jargon di bawah ini mungkin sudah familiar di telinga kita. Kita pun sedikit tahu tentang maknanya, namun, Adam dan Jordan Bornstein memberi sudut pandang lain tentang beberapa jargon tersebut.

Follow Your Passion

Secara harfiah, ungkapan tersebut menganjurkan untuk mengikuti passion, hobi dan gairah Anda. Benar memang, beberapa orang bisa hidup dari kesenangan yang mereka lakukan, seperti fotografi dan traveling. Namun, setiap orang sukses bukan sekedar menjalani passion-nya begitu saja. Ada jutaan waktu terbuang untuk terus mengasah bakat, ada ribuan kegagalan dalam mengembangkan potensi, dan dibutuhkan dedikasi tinggi untuk mengkonversi sebuah hobi menjadi pendapatan tetap.

Dalam bisnis, follow your passion berarti Anda harus menggunakan passion dalam menjalankan bisnis atau pekerjaan Anda. Dibutuhkan gairah, ketekunan, skill dan bahkan waktu untuk mencapai sukses. Passion hanya pondasi agar Anda tetap bangkit dari setiap kegagalan yang ditemui. Ibaratnya, mencari uang adalah hobi yang harus dilakukan dengan sepenuh hati. Jika tidak bisa sepenuh hati mencintai apa yang Anda lakukan, bagaimana Anda mendapatkan uang?

The Customer is A King

Banyak product creator/owner yang selalu memperlakukan pelanggan seperti halnya seorang raja. Ya, itu memang benar, kita harus memberi sebuah  produk yang bermanfaat dan solutif, dan berharap sang ‘raja’ akan puas dan merekomendasikan produk tersebut pada setiap orang di kerajaannya. Namun ada titik dimana kita harus bersikap tegas terhadap pelanggan. Meski mereka harus dihargai, tapi bukan berarti mereka bisa menindas Anda saat melakukan komplain.

Diperlukan edukasi produk terdahulu – jika Anda memiliki produk baru dan dicap jelek oleh customer, agar mereka tahu keunggulan dan alasan tentang produk Anda. Memberi penjelasan berkaitan dengan produk atau usaha Anda akan membuka mata para konsumen, bahwa harus ada sikap saling menghargai.

Kasus yang sering terjadi adalah saat konsumen meminta potongan harga besar, lalu membandingkan produk Anda dengan orang lain. Disini, seorang product creator/owner harus bisa menjelaskan mengapa Ia tidak bisa memberi potongan harga besar. Ini menunjukkan bahwa konsumen tidak selalu benar dan konsumen bukan seorang raja yang bisa semena-mena dan seenaknya.

Work Smarter, Not Harder

Adam menambahkan bahwa Ia belum pernah bertemu dengan pengusaha sukses yang tidak bekerja keras. Semua pengusaha sukses melalui tahap kerja keras. Lalu apa makna dari ‘work smarter’? Ini bukan perkara bagaimana Anda mengakali produk atau konsumen, tetapi lebih bagaimana cara Anda melakukan sesuatu.

Ada skala prioritas, mana hal yang bisa Anda kerjakan sendiri atau ‘dipercayakan’ ke orang lain. Atau, tentang bagaimana cara bekerja lebih cepat dan efisien yang cocok diterapkan dalam ranah bisnis Anda.

Pernahkan terpikir, mengapa Indomart dan Alfamart selalu berdekatan? Ternyata, pemilihan tempat membutuhkan biaya riset khusus. Jika salah satu brand tersebut sudah mendirikan gerainya, maka yang lain tidak perlu mengeluarkan biaya untuk riset lokasi karena tempat yang dipilih pasti telah memiliki kalkulasi khusus dan tentunya.. ramai pengunjung. That’s example of the work smarter!

Itulah arti sebenarnya dari tiga jargon yang mungkin sering kita dengar – atau bahkan kita lakukan. Kemampuan kita dalam merepresentasikan sebuah jargon akan memberi sudut pandang berbeda. Memiliki jargon akan memberi suntikan motivasi dikala lelah mulai menghampiri. Tapi, apakah jargon yang selama ini Anda yakini telah sesuai dengan tujuan anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here