Home Kesehatan Teh Hijau dan Zat Antikanker

Teh Hijau dan Zat Antikanker

11
0
teh hijau dan zat antikanker

Teh hijau memiliki komponen utama yang diakui memiliki berbagai aktivitas biologi salah satunya zat antikanker. Hasil tes bioaktivitas senyawa tersebut terhadap invasi sel kanker yang di isolasi dari tikus donryu menunjukkan bahwa senyawa tersebut mampu menghambat invasi sel kanker sebesar 83 persen pada konsentrasi 1- mikrogram/mililiter.

Hasil tes tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya bahwa polifenol dalam teh hijau mengandung senyawa aktif antikanker.

Dr. Chung S. Dari laboratorium riset kanker, Univ. New jersey, Amerika Serikat, mengatakan bahwa dari hasil studi secara epidemiologi diduga konsumsi teh percobaan dapat mencegah kanker pada manusia. Bahkan, pada hewan percobaan dapat mencegah kanker payudarah dan prostat. fenomena ini tidak ditemui pada konsumsi teh hitam.

Di negara seperti china, jepang, dan sebagian dataran eropa, ada tradisi mengonsumsi teh hijau. Di jepang malah ada upacara minum teh (hijau) sebagai tradisi budaya yang dipelihara turun temurun.

Berdasarkan pemerosesannya, teh disajikan dalm tiga jenis, yaitu teh hitam (78 persen), teh hijau (20 persen), dan teh oolong (2 persen). Berbagai penelitian tentang komponen kimia teh hijau banyak dilakukan para peneliti.

Teh hijau banyak mengandung polifenol dan derivat flavan atau secara umum juga disebut derivat katekin.

Hasil penelitian Dr. Chung S, Dr. Satosh K. Katiyar, Prof. Hitora Fujiki, Dr. Gary D. Stoner, dan peneliti lainnya menunjukkan bahwa EGCG (diyakini) merupakan komponen aktid teh hijau yang bermanfaat sebagai antihipertensi, antioksidan, antikarsinogenesis, melindungi kulit dari sinar UV, antikanker, dan lain lain.

***

Berbagai mekanisme antikanker telah dipostulatkan oleh para ahli, namun demikian tidak seragam untuk seluruh jenis kanker. Kanker pada manusia pada umumnya memerlukan enzim proteolitik untuk menyerang sel normal dan membentuk metastasis.

Salah satu enzim yang cukup dikenal adalah urokinase (uPA). Inhibisi uPA dapat mengurangi ukuran tumor pada tikus percobaan bahkan dapat juga menyebabkan penyembuhan total. Meskipun demikian, inhibitor uPA umumnya aktivitasnyarendah dan sebaliknya toksisitasnya tinggi, sehingga tidak mungkin digunakan untuk terapi kanker.

Seperti diketahui, kanker adalah suatu penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel sel jaringan atau pembelahan sel yang sangat cepat dibanding sel normal. Pengobatan secara kemoterapi yang dahulu lazim dilakukan berfungsi menghambat terjadinya pembelahan sel dengan membunuh sel kanker.

Namun, membunuh sel kanker berarti menggunakan suatu obat yang toksik terhadap sel kanker, tetapi  efek toksisitas itu juga berakibat pada pembelahan sel normal sehingga cara tersebut  memiliki keterbatasan pada penggunaan dosis obat. Karena itu diupayakan pengembangan cara baru dengan memfokuskan perhatian pada faktor faktor biologis kanker.

Misalnya faktor yang mendorong pertumbuhan tumor atau kanker dan mekanisme pertumbuhan sel kanker, dengan harapan ditemukan obat baru yan spesifik tanpa mempengaruhi pertumbuhan sel normal. Sasarannya dititik beratkan pada pertumbuhan sel , sehingga berbagai skrining untuk obat antikanker yang saat ini dikembangkan, antara lain inhibitor terhadap sintesis protein/DNA/RNA, inhibitor terhadap DNA topoisomerase, protein kinase, dan inhibitor terhadap invasi sel kanker.

Yang terakhir itu merupakan metode skrining baru yang dikembangkan oleh almarhum Prof. H akedo dan Prof. Mutsuko Mukai dari pusat Medis untuk penyakit kanker dan kardiovaskuler, osaka, jepang, dan hingga kini belum ada obat kanker yang mempunyai aksi menghambat invasi sel kanker.

***

Seperti halnya penelitian pada benalu teh, baru-baru ini atas bimbingan Prof. Hirotaka Shibuya dari Fakultas Farmasi Universitas Fukuyama, Jepang, dan bekerja sama dengan Prof. Mutsuko mukai, telah diuji bioaktivitas 12 senyawa yang diisolasi dari daun teh terhadap invasi sel kanker.

Khasiat Teh Hijau

Selain memiliki antioksidan alami yang disebut polyphenol, teh hijau juga dapat membantu menghalangi pertumbuhan sel kanker kulit. Selain itu, teh hijau juga bermanfaat untuk :

  • Membantu membakan lemak, minum teh hijau 3x sehari dapat membakar 200 kalori ekstra per hari.
  • Membantu menurunkan tekanan dara.
  • Mencegah penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL.
  • Membantu melindungi diabetes.
  • Melindungi hepatitis.
  • Mencegah nafs yang tak sedap.
  • Meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here