Home Lifestyle Health Wortel Sebagai Antioksidan, Penurun Kolesterol dan Resiko Stroke

Wortel Sebagai Antioksidan, Penurun Kolesterol dan Resiko Stroke

5
0
Wortel: Sebagai Antioksidan, Penurun Kolesterol dan Resiko Stroke

Wortel sudah lama dikenal sebagai sayuran yang berkhasiat memperbaiki pengelihatan. Karena wortel kaya akan zat betakaroten, zat betakaroken ini akan diubah oleh tubuh kita menjadi VitaminA yang sangat penting untuk fungsi retina.  Akan tetapi, Vitamin A ini tidak efektif untuk mengobati kebutaan.

Selain berperan sebagai provitamin A, zat betakaroten ini dipercaya bisa mencegah kanker, karena zat tersebut merukapan antioksidan. Antioksidan ini adalah senyawa yang bisa menetralkan radikal bebas seperti pengaruh asap rokok, sinar ultraviolet, zat kimia yang ada di makanan yang kita konsumsi, dan pengaruh pengaruh lingkungan lainnya.

Studi dan penelitian yang sudah dilakukan secara luas, menunjukkan bahwa pola makanan yang menyertakan wortel, kendati dalam jumlah kecil per hari bisa mengurangi terjadinya kanker paru paru sekitar 50 persen.

Menurunkan Kolesterol

Ternyata wortel pun bisa membantu menurunkan kadar kolesterol pada darah. Dari hasil riset Robertson Et Al menunjukkan, apabila mengkonsumsi wortel segar sebanyak 200 gr sehari selama tiga pekan, dapat mengurangi kadar kolesterol pada darah sebesar 11 persen.

Menurut Proh. Dr. James Cerda (guru besar di Univ. Florida, Gainesville, USA), hasil riset yang ditunjukkan oleh Robertson Et Al tersebut cukup bermanfaat, karena penurunan sepersen kadar kolesterol sama seperti mengurangi resiko penyakit jantung sekitar 2 persen. Oleh karena itu, dengan mengkonsumsi wortel selama tiga pekan, resiko terjadinya penyakit jantung dapat berkurang sekitar 22 persen.

Menurunkan Resiko Stroke

Selain dapat meminimalisir terjadinya penyakit jantung,wortel pun dapat menurunkan resiko terjadinya Stroke. Mengkonsumsi minimal lima kali setiap pekan dapat menurunkan resiko terjadinya stroke sebesar 68 persen dibandingkan hanya makan wortel satu kali atau kurang dari sebulan.

Riset lain yang dilakukan peneliti peneliti di Univ. Brussel menunjukkan bahwa bagi yang sudah terkena stroke, vitamin A dapat mencegah kematian atau cacat pasca stroke. Saat meneliti 80 darah pasien stroke dalam 24 jam, para peneliti menemukan pasien stroke yang memiliki kandungan vitamin A diatas rata-rata dan belakaroten, memiliki kemungkinan yang besar untuk bertahan.

Mengapa? Ketika otak tidak memperoleh oksigen yang cukup, seperti keadaan stroke, sel-sel dalam tubuh mengalami malfungsi. jika dibiarkan maka akan terjadi kerusakan pada sel-sel saraf. Namun, hal itu bisa diredam jika tubuh kita memiliki banyak vitamin A, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan otak mungkin bahkan kematian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here